-->

Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 Lengkap SE Pdf

Minimum Wage (UMK) Jawa Barat 2020
Upah Minimum Kota/Kabupaten Jawa Barat 2020 - Telah disetujui Gubernur yakni besaran Upah UMK Kota/Kabupaten sesuai saran  para kepala wilayah di Jabar. Kabupaten Karawang senantiasa mempunyai upah paling tinggi di Jabar dalam nasional dengan nominal Rp 4. 594. 324, 54.

Sebaliknya Kota Banjar masih terletak di angka terendah ialah Rp. 1. 831. 884, 83 sama dengan posisi tahun sebelumnya.

Bagi Kepala Dinas Tenaga Kerja serta Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jabar Mochamad Ade Afriandi, seluruh Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 telah sesuai dengan  pertimbangan Dewan Pengupahan.

Departemen Ketenagakerjaan Republik Indonesia memutuskan kalau Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 naik 8, 51 persen mengacu inflasi serta perkembangan ekonomi nasional. Ade juga menegaskan, format baru berbentuk Surat Edaran ialah terobosan gubernur buat mencari keadilan serta jadi salah satu upaya kurangi disparitas upah di Jabar.

Dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 sebesar Rp 4. 589. 708, 90, Kota Bekasi terletak di posisi 2 menyusul Karawang. Mengisi 5 besar yang lain merupakan Kab. Bekasi (Rp. 4. 498. 961, 51), Kota Depok (Rp. 4. 202. 105, 87), serta Kota Bogor( Rp. 4. 169. 806, 58).

Tidak hanya Kota Banjar, wilayah dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 terendah antara lain Kab. Pangandaran (Rp 1. 860. 591, 33), Kab. Ciamis (Rp1. 880. 654, 54), Kab. Kuningan (Rp. 1. 882. 642, 36), dan Kab. Majalengka (Rp. 1. 944. 166, 36).

Penetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat yakni kota Bandung 2020 ini berdasarkan pada Surat Edaran No: 561/ 75/ Yanbangsos, Jumat( 22/ 11).

Surat Edaran penetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat yakni Kota Bandung 2020 dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam Surat Edaran (SE) tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyetujui saran besaran Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) Jawa Barat 2020 yang diusulkan bupati ataupun wali kota.

Upah Minimum Kota (UMK) Bandung 2020 terletak di urutan kedelapan sesudah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Purwakarta sebesar Rp. 4. 039. 067, 66.

Prfm news memberi tahu, besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 secara totalitas naik 8, 51 persen, disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Perihal itu sesuai dengan pengajuan bupati/ wali kota di 27 wilayah kepada Ridwan Kamil.

Berikut adalah daftar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 ;

  • Kabupaten Karawang Rp 4. 594. 324, 54
  • Kota Bekasi Rp 4. 589. 708, 90
  • Kabupaten Bekasi Rp 4. 49. 8961, 51
  • Kota Depok Rp 4. 202. 105, 87
  • Kota Bogor Rp 4. 169. 806, 58
  • Kabupaten Bogor Rp 4. 083. 670, 00
  • Kabupaten Purwakarta Rp4. 039. 067, 66
  • Kota Bandung Rp 3. 623. 778, 91
  • Kabupaten Bandung Barat Rp 3. 145. 427, 79
  • Kabupaten Sumedang Rp 3. 139. 275, 37
  • Kabupaten Bandung Rp 3. 139. 275, 37
  • Kota Cimahi Rp 3. 139. 274, 74
  • Kabupaten Sukabumi Rp 3. 028. 531, 71
  • Kabupaten Subang Rp 2. 965. 468, 00
  • Kabupaten Cianjur Rp 2. 534. 798, 99
  • Kota Sukabumi Rp 2. 530. 182, 63
  • Kabupaten Indramayu Rp 2. 297. 931, 11
  • Kota Tasikmalaya Rp 2. 264. 093, 28
  • Kabupaten Tasikmalaya Rp 2. 251. 787, 92
  • Kota Cirebon Rp 2. 219. 487, 67
  • Kabupaten Cirebon Rp 2. 196. 416, 09
  • Kabupaten Garut Rp 1. 961. 085, 70
  • Kabupaten Majalengka Rp 1. 944. 166, 36
  • Kabupaten Kuningan Rp 1. 882. 642, 36
  • Kabupaten Ciamis Rp 1. 880. 654, 54
  • Kabupaten Pangandaran Rp 1. 860. 591, 33
  • Kota Banjar Rp 1. 831. 884, 83

Ketentuan terkait Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020

Sesuai Surat Edaran, Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 dilaksanakan dengan 8 ketentuan sebagai berikut :
  1. Pemerintah Wilayah Provinsi Jawa Barat menyetujui Saran besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 yang diusulkan Bupati/ Wali Kota sebagaimana tercantum dalam Lampiran, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran.
  2. Pekerja yang telah mendapatkan upah lebih besar daripada Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020 ataupun Upah Minimum Sektoral Kabupaten/ Kota( UMSK) ataupun Upah Minimum Spesial Tahun 2019 tidak boleh menurun upahnya.
  3. Upah untuk Pekerja yang mempunyai masa kerja lebih dari 1( satu) tahun, didetetapkan bersumber pada hasil negosiasi ataupun konvensi antara Industri dengan Pekerja ataupun Serikat Pekerja/ Serikat Buruh.
  4. Syarat upah untuk pekerja dengan masa kerja lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana diartikan pada nomor 2 yakni berlaku buat pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu( PKWT) serta/ ataupun bentuk- bentuk ikatan kerja yang lain yang menampilkan pekerja sudah bekerja lebih dari 1 (satu) tahun di industri yang sama, ataupun mempunyai pengalaman kerja lebih dari 1 (satu) tahun pada bidang yang sama walaupun di industri yang berbeda, yang dibuktikan dengan pesan pengalaman kerja.
  5. Industri harus menyusun serta melakukan Struktur serta Skala Upah dengan mencermati kalangan, jabatan, masa kerja, pembelajaran serta kompetensi dan harus diberitahukan kepada segala Pekerja/ Buruh, serta memberi tahu kepada Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Wilayah Provinsi serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/ Kota.
  6. Menyegerakan untuk setiap industri membuat dan melakukan negosiasi bipartit buat menetapkan upah serta besaran kenaikannya dan dilaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja Pemerintah Wilayah Provinsi serta Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/ Kota.
  7. Pekerja, Serikat Pekerja/ Serikat Buruh serta tiap- tiap industri memaksimalkan negosiasi upah yang berkeadilan dan diperuntukan buat kesejahteraan pekerja, dengan memikirkan keahlian industri serta kelangsungan usaha.
  8. Untuk Industri yang telah mempunyai ataupun belum mempunyai Serikat Pekerja/Serikat Buruh serta sudah penuhi ketentuan sebagaimana tercantum dalam Pasal 106 ayat (1) Undang- Undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, lekas didorong buat membentuk Lembaga Kerja Sama( LKS) Bipartit serta mengaktifkan kedudukan lembaga tersebut dalam negosiasi upah.
Keputusan tersebut tercantum dalam Surat Edaran bernomor 561/ 75/ Yanbangsos perihal penerapan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Barat 2020. Dalam surat tersebut menyampaikan penekanan pada pekerja yang telah mendapatkan upah lebih besar dari Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) ataupun UMK Sektoral Khusus 2020 tidak boleh menurun upahnya.

Provinsi juga mendesak pekerja yang belum mempunyai serikat di industri agar segera membentuk lembaga kerja sama bipartite serta mengaktifikan kedudukan lembaga untuk negosiasi upah.

Lampiran Surat Edaran Upah Minimum Kota/Kabupaten Jawa Barat 2020

Berikut adalah lampiran Surat Edaran (SE) Upah Minimum Kota/Kabupaten Jawa Barat 2020 yang telah di sahkan oleh Gubernur Jawa Barat pada 21 November 2019 di Bandung ;
Demikianlah penyampaian terkait Upah Minimum Kota/Kabupaten Jawa Barat 2020 Lengkap SK Pdf, kiranya agar menjadi pedoman dalam penentuan dasar penggajian pekerja daerah Jawa Barat.

Semoga bermanfa'at...
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh...

LihatTutupKomentar