-->

Pengertian Hak Karyawan dan Jenisnya

Understanding Employee Rights And Their Types
Hak Karyawan Masih banyak karyawan yang belum menguasai pengertian hak karyawan dan apa saja yang sepatutnya layak untuk didapatkan sebagai karyawan. 

Perihal hak karyawan, sangat banyak industri yang bandel/nakal dengan tidak memenuhi hak karyawan seluruhnya. Ketidapahaman ini sepatutnya wajib disepakati terlebih bila dikala ini anda telah siap masuk dalam dunia kerja.

Hak karyawan memanglah jadi ulasan yang tidak ada habis- habisnya. Umumnya tiap hari karyawan senantiasa menuntut untuk memenuhi hak sebagai karyawan yang dirasa belum maksimal. Sayangnya, banyak orang yang tidak betul- betul menguasai haknya serta hakikatnya itu sendiri.

Pengertian Hak Menurut KBBI

Untuk mangulas terkait hak karyawan, adakala baiknya kita mengulasnya dari dasar. Pengertian hak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah kewenangan; kekuasaan untuk berbuat suatu; kekuasaan yang benar atas sesuatu ataupun untuk menuntut sesuatu.

Jenis hak itu sendiri dapat dibedakan secara menjadi hak sah, hak moral, hak sosial serta masih banyak lagi. Hak utama manusia sendiri merupakan hak asasi yang mencakup hak atas menghasilkan komentar serta hak kemerdekaan. Adapula hak masyarakat negeri serta pasti saja hak tenaga kerja alias karyawan.

Pentingnya Menguasai Pengertian Hak Karyawan Supaya Tidak Dieksploitasi

Hak kewajiban merupakan 2 hal yang saling berkaitan satu sama yang lain. Susah sekali memperoleh salah satunya tanpa melaksanakan hal yang lain. Maksudnya hak baru akan diterima bila anda telah melakukan kewajiban. begitulah teorinya.

Tetapi pada praktiknya banyak permasalahan meyakinkan bila pemenuhan hak ataupun kewajiban tidak senantiasa berjalan sempurna. Banyak yang mengartikan hak bagaikan hal yang harus diterima tetapi tanpa melakukan kewajiban. Di sisi lain, banyak yang telah melaksanakan kewajibannya serta malah tidak merasakan hak yang sepatutnya didapatkannya.

Oleh karena itu, ada baiknya saat sebelum bekerja kalian menguasai apa saja hak karyawan yang dapat kalian miliki. Pemerintah sendiri sudah menetapkan regulasi perihal hak yang wajib didapatkan oleh tiap karyawan, pastikan apa yang anda terima terpenuhi seluruhnya supaya anda tidak merasa dieksploitasi oleh kantor tempat anda bekerja.

Dalam dunia kerja, baik karyawan ataupun pemberi kerja haruslah menguasai ketentuan yang berlaku sesuai dengan Undang- undang ketenagakerjaan. Tidak cuma karyawan, industri juga wajib mengenali pengertian hak karyawan, sehingga proses bekerja akan menjadi mudah.

Dalam dunia kerja, terdapat sebagian wujud ketentuan yang wajib dijalankan oleh industri serta karyawannya. Ketentuan ini bisa berbentuk ketentuan internal industri, ataupun ketentuan bersumber pada undang- undang ketenagakerjaan.

Misalkan saja hak karyawan ataupun hak industri. Dengan mengenali pengertian hak karyawan serta pengertian hak pemberi kerja, sehingga akan mengurangi terbentuknya konflik antara karyawan serta industri.

Saat sebelum membicarakan hak karyawan dan hak industri, ada baiknya bila kalian mengenali dahulu apa itu pengertian hak karyawan. Dalam lingkup kerja, hak ialah suatu yang harus diperoleh oleh seorang usai melaksanakan kewajiban yang telah disepakati.

Bila pengertian hak ditinjau dari sisi karyawan yakni merupakan sesuatu yang diperoleh karyawan usai melaksanakan tugas serta kewajiban yang diberikan industri. Sebaliknya pengertian hak industri merupakan pendapatan dari pada hasil kerja sesuai konvensi yang diberikan oleh karyawan kepada industri.

Terdapat 3 aspek hak yang wajib diberikan industri kepada pekerjanya

1. Hak Dasar

Pengertian hak dasar merupakan hak yang diperoleh seorang karyawan sejak diangkat sebagai karyawan di dalam suatu industri. Contoh hak dasar ini meliputi:
  • Hak buat meningkatkan kemampuan kerja, meningkatkan atensi, bakat serta kemampuan
  • Hak dasar atas jaminan sosial, kesehatan serta keselamatan kerja
  • Tiap pekerja berhak memperoleh upah yang layak.
  • Hak dasar buat liburan, cuti, Rehat, mendapatkan pembatasan waktu kerja.
  • Hak dasar buat membentuk serikat pekerja.
  • Hak buat melaksanakan aksi mogok kerja.
  • Hak dasar spesial terpaut perkara jam kerja buat pekerja wanita.
  • Hak proteksi atas pemutusan ikatan kerja.

2. Hak Individu

Pengertian hak individu merupakan hak yang lebih mengendalikan ikatan kerja dengan arah yang lebih khusus antara pekerja serta industri, antara lain:
  • Hak menimpa ikatan kerja
  • Hak menimpa pengaturan jam kerja
  • Jaminan kesejahteraan
  • Hak menimpa cuti
  • Hak menimpa upah
  • Hak bila terjalin phk

3. Hak Dikala Terjadi PHK

Pengertian hak bila terjadi PHK merupakan hal yang cuma diperbolehkan dalam kondisi darurat saja. Bila ini terjadi, maka ada 3 hak yang wajib anda miliki, antara lain:

  • Hak memperoleh duit pesangon
  • Hak memperoleh duit penghargaan masa kerja
  • Hak memperoleh duit penggantian

Perbandingan Hak yang Didapatkan sesuai dengan Status Karyawan (Kepegawaian)

Banyak industri membedakan hak yang dapat diterima karyawannya sesuai dengan status kepegawaiannya. Dalam hal ini, kita ketahui kalau ada yang namanya karyawan tetap, karyawan kontrak ataupun karyawan outsourcing. Biasanya, hak penuh diberikan kepada karyawan tetap dengan berbagai syarat serta ketentuannya.

Sebaliknya karyawan kontrak ataupun outsourcing mempunyai ketebatasan dibanding yang berstatus karyawan kontrak. Perbandingan ini bukan cuma berkaitan dengan hak saja tetapi pula kewajiban. Tetapi banyak yang berpendapatan kalau perbedaannya lebih banyak dari segi hak dibanding kewajiban yang diembannnya.

Apa saja sih perbedaanya? Cek penjelasan berikut ini...

  • Jangka Waktu

Perbandingan karyawan tetap dan kontrak yang sangat mencolok terletak lamanya waktu kerja. Karyawan tetap mempunyai masa kerja yang lebih lama, dapat 5 sampai 10 tahun setelah diangkat menjadi karyawan tetap ataupun dapat saja lebih.

Berbeda dengan karyawan outsourcing. Mereka hendak bekerja secara kontrak, misalnya 3 bulan ataupun 6 bulan, ada lagi terdapat yang satu tahun. Tetapi, ini juga memiliki batasnya, yakni maksimal sepanjang 3 tahun saja.

  • Perjanjian Kerja

Adanya Perjanjian Kerja ialah bagian dari hak yang wajib didapatkan oleh karyawan. Perbedaannya, untuk karyawan tidak tetap, surat tersebut disebut sebagai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Sebaliknya, untuk karyawan tetap, sebutannya sebagai Surat Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. 

Dalam hal ini tentu saja karena karyawan tetap dapat bekerja di industri tersebut tanpa batasan waktu, kecuali dia mau mengundurkan diri sehingga waktunya jadi tidak menentu.

  • Sifat Pekerjaan

Perbandingan ini erat kaitannya dengan kewajiban dibandingkan hak karyawan itu sendiri. Umumnya, karyawan kontrak merupakan SDM yang memanglah dipersiapkan untuk pekerjaan musiman, pekerjaan yang sekiranya dapat berakhir saat sebelum waktu 3 bulan. 

Ataupun juga pekerjaan yang berhubungan dengan promosi keluarnya produk baru, serta sebagainya. Misalnya, industri advertising anda baru saja memperoleh klien brand parfum sehingga butuh tenaga kerja buat melaksanakan promosi kegiatan dll.

Sebaliknya untuk pekerjaan yang sifatnya tetap, seperti industri yang wajib terus menciptakan produk sesuai dengan permintaan klien, pastinya dia memerlukan tenaga tetap sehingga kurang efisien bila dia mempekerjakan karyawan secara kontrak.
  • Bila Terjalin Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Aspek perbandingan ini pula sangat penting untuk karyawan dengan status kontrak ataupun tetap. Bila dilihat dari terbentuknya pemutusan hubungan kerja, karyawan tetap lebih diuntungkan sebab karyawan ini akan memperoleh uang pesangon serta pula penggantian hak- hak bila ada seperti sisa cuti, dan lainnya.

Perihal ini senantiasa berlaku  bila karyawan diberhentikan ataupun mengundurkan atas kemauannya sendiri. Pesangon tersebut umumnya hendak diberikan untuk karyawan yang telah bekerja lebih dari 3 tahun. 

Sebaliknya untuk karyawan kontrak, bila karyawan mau mengundurkan diri, hingga dia diwajibkan membayar penalti, umumnya berbentuk bayaran beberapa pendapatan sepanjang periode tertentu.

Kebalikannya, bila industri yang mengakhiri hubungan kerja, maka industri pula yang harus membayar penalti tersebut. Tetapi, dengan catatan kalau pemutusan ikatan kerja ini bukan sebab pelanggaran yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK).

Penutup

Demikianlah penjelasan terkait pengertian hak karyawan dan jenisnya, semoga bermanfa'at...
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh...
LihatTutupKomentar