-->

9 Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan

Employee Rights in Employment Law
Hak Karyawan - Bukan hanya menerima gaji tiap bulan, melainkan banyak hak karyawan yang telah di atur oleh UU Ketenagakerjaan. 
  • Sempat merasa kesusahan memperoleh persetujuan cuti ? 
  • Merasa pendapatan sangat rendah
  • Kontrak kerja diperpanjang selalu tanpa terdapat kepastian kapan jadi karyawan ?
Bila itu benar dialami, maka kemungkinan besar industri tempat anda bekerja tidak membagikan hak- hak karyawan yang berhak anda peroleh.
Sementara itu, lewat Undang- Undang( UU) Ketenagakerjaan, pemerintah sudah melindungi serta menjamin hak- hak dasar pekerja supaya para pekerja serta keluarganya dapat hidup layak serta sejahtera. Mulai dari jatah cuti, besaran upah, hingga peluang ibadah, seluruh sudah diatur di sana.

Sayangnya, banyak karyawan yang belum mengetahui hak- haknya sebagai pekerja, hal ini menjadi celah untuk industri ‘membandel’ buat memberdayakan karyawan dengan mengabaikan hak- hak dasar pekerjanya, oleh karena itu, sebagai karyawan, anda wajib tahu hak- hak yang harus anda miliki.

Berikut ini 9 hak karyawan dalam UU Ketenagakerjaan ;

1. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni wajib mendapatkan pendapatan/gaji yang layak

Sesuai Surat Keputusan Upah Minimum 2020, bila anda berdomisili di Jakarta yang wajib didapatkan yakni sebesar Rp 4, 2 juta. Sedangkan, bila anda bekerja di Bandung, minimum pendapatan yang dapat diperoleh jadi Rp 1, 8 juta. 

Karena, pemerintah sudah menetapkan upah minimum provinsi ataupun UMP supaya para pekerja bisa hidup secara layak. pada intinya perusahaan wajib menggunakan gaji pokok sesuai standar Upah Minimum yang telah ditetapkan. 

Secara umum, ketetapan Upah Minimum berkaitan dengan biaya hidup di wilayah ataupun provinsi tersebut. Hingga, umumnya UMP di kota besar lebih besar dibandingkan UMP di kota- kota kecil yang bayaran hidupnya cenderung lebih rendah.

Upah minimum ini wajib jadi acuan para pengusaha dalam menetapkan pendapatan karyawannya. Bila memberikan upah lebih kecil dari UMP, pengusaha ataupun industri dapat dituntut.

2. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni mendapatkan upah kerja lembur

Pemilik Industri tidak boleh membuat jadwal lembur sesuka hati, dalam hal ini tentu sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 77 yang mengatakan kalau karyawan yang bekerja sepanjang 6 hari kerja dalam satu minggu cuma boleh bekerja sepanjang 7 jam per hari. Sedangkan, karyawan yang bekerja sepanjang 5 hari kerja dalam seminggu cuma boleh bekerja sepanjang 8 jam per hari.

Karyawan dapat dimintakan untuk lembur oleh industri asal tidak melebihi waktu kerja lembur, yakni paling lama 3 jam dalam satu hari serta 4 belas jam dalam satu minggu. satu hal yang terpenting adalah karyawan yang bekerja melebihi waktu kerja alias lembur berhak memperoleh duit lembur.

3. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni Hak memperoleh waktu rehat serta cuti

Karyawan berhak memperoleh waktu rehat serta cuti. Jadi tidak terdapat cerita kerja keras bagai kuda terlebih-lebih sampai jatuh sakit!

Waktu rehat serta cuti diatur dalam pasal 79, ialah minimun separuh jam sehabis bekerja sepanjang 4 jam, dan rehat mingguan, satu ataupun 2 hari.

Untuk anda yang kerap kesusahan meminta izin cuti, berhak melaporkan. Karena, tiap karyawan berhak memperoleh cuti tahunan minimun 12 hari sehabis bekerja sepanjang satu tahun ataupun 2 bulan bila sudah bekerja sepanjang 6 tahun.

4. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni Hak istimewa buat karyawan perempuan

Untuk sebagian wanita, bekerja dikala hari pertama haid merupakan perjuangan besar. Merasakan sakit serta tidak aman tetapi senantiasa wajib konsentrasi bekerja bukan perihal yang gampang buat dicoba. 

Nah, sudah tahui belum jika pekerja wanita berhak tidak bekerja pada hari awal serta kedua dikala haid? tentu saja tetap berhak memperoleh upah kerja.

Bukan cuma cuti haid, wanita pula berhak memperoleh cuti dikala melahirkan sepanjang 1, 5 bulan saat sebelum ataupun sehabis melahirkan. Karyawan yang hadapi keguguran juga berhak mendapatkan rehat sepanjang 1, 5 bulan ataupun sesuai penjelasan dokter kandungan.

Karyawan wanita pula berhak memperoleh waktu buat menyusui anaknya, sekalipun saat jam kerja, harus izin.

5. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni Hak untuk karyawan kontrak

Sebagian pekerja wajib menghadapi masa kontrak saat sebelum ditetapkan menjadi karyawan tetap. Umumnya mulai dari 6 bulan hingga 2 tahun. Tetapi, tidak sedikit pula yang sudah jadi karyawan kontrak sampai bertahun- tahun. dan ini sangat menyalahi ketentuan.

Pengusaha cuma boleh memberikan status kontrak paling lama 2 tahun serta cuma boleh diperpanjang satu kali dengan jangka waktu paling lama satu tahun. Dengan kata lain, karyawan cuma boleh dikontrak paling lama 3 tahun.

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) juga sesungguhnya tidak dapat diterapkan buat semua tipe pekerjaan. Berdasarkan Undang-undang ketenagakerjaan, bahwa PKWT cuma boleh dibuat pada tipe pekerjaan yang bersifat ;
  1. Sementara
  2. Musiman
  3. Pekerjaan yang berakhir dalam waktu paling lama 3 tahun
  4. Berhubungan dengan produk baru
  5. Serta tidak dapat diadakan buat pekerjaan yang bersifat selamanya.
Bila karyawan kontrak diputus kerja ataupun di- PHK saat sebelum berakhirnya jangka waktu kerja, maka karyawan tersebut berhak memperoleh upah ganti rugi sebesar upah bekerja hingga batasan waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

6. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni hak karyawan yang di- PHK

Pemutusan Hubungan Kerja ataupun PHK merupakan mimpi kurang baik untuk masing- masing karyawan. Tetapi, siapa juga dapat mengalaminya. Entah sebab performa kerja yang terus menyusut ataupun sebab terdapatnya pergantian strategi bisnis industri. Walaupun begitu, industri tidak dapat asal melaksanakan PHK terhadap karyawannya.

Aksi PHK tidak bisa dilakukan sebab karyawan sakit, melaksanakan ibadah, menikah, berbadan dua, mempunyai perbedaan pendapat, agama, hingga aliran politik, serta musibah.

Hak utama dikala PHK yakni Uang Pesangon. Perhitungan uang pesangon adalah sebagai berikut ;
  • 1 bulan upah buat masa kerja kurang dari satu tahun
  • 2 bulan upah buat masa kerja satu tahun ataupun lebih
  • 3 bulan upah buat masa kerja 2 tahun ataupun lebih
  • 4 bulan upah buat masa kerja 3 tahun ataupun lebih
  • 5 bulan upah buat masa kerja 4 tahun ataupun lebih
  • 6 bulan upah buat masa kerja 5 tahun ataupun lebih
  • 7 bulan upah buat masa kerja 6 tahun ataupun lebih
  • 8 bulan upah buat masa kerja 7 tahun ataupun lebih
  • 9 bulan upah buat masa kerja 8 tahun ataupun lebih
Tidak hanya uang pesangon, karyawan yang mengalami PHK juga berhak memperoleh uang penghargaan kerja serta duit penggantian hak (cuti tahunan, penggantian bayaran penyembuhan, serta yang lain).

7. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni hak untuk melakukan ibadah

Jangan sampai diperintahkan untuk bekerja selalu hingga tidak memperoleh peluang buat beribadah. Ini jelas melanggar UU Ketenagakerjaan. Karena, tiap karyawan berhak memperoleh waktu buat melakukan ibadah yang diharuskan dalam agamanya.

Misalnya, karyawan seperti Islam berhak melakukan ibadah shalat pada jam kerja ataupun mengambil cuti buat menunaikan ibadah umrah.

8. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni Hak mendapatkan keselamatan serta kesehatan kerja

Tiap karyawan berhak memperoleh proteksi atas keselamatan serta kesehatan kerja, moral serta kesusilaan, dan memperoleh perlakuan yang sesuai harkat serta martabat manusia. Untuk itu, tiap industri harus mempraktikkan sistem manajemen keselamatan serta kesehatan kerja.

Misalnya, bila anda mengalami aksi asusila di kantor, maka industri harus memberikan proteksi serta menindaklanjuti permasalahan tersebut.

9. Hak Karyawan Dalam UU Ketenagakerjaan yakni Hak mogok kerja

Sebagai karyawan/pekerja, anda juga berhak jadi anggota serikat pekerja ataupun serikat buruh. Bila terjalin pelanggaran hak karyawan ataupun gagal melaksanakan negosiasi dengan industri, anda dan serikat pekerja berhak melaksanakan mogok kerja secara legal, tertib, serta damai.

Karyawan ataupun serikat yang mau melaksanakan mogok kerja harus memberitahukan kepada lembaga yang bertanggung jawab minimun 7 hari saat sebelum mogok kerja dilaksanakan. Nantinya, lembaga terkait harus menuntaskan permasalahan yang menimbulkan pemogokan serta merundingkan solusinya bersama pihak yang berselisih.

Penutup

Demikianlah 9 hak karyawan yang butuh anda ketahui. Bila sudah memperoleh hak anda sebagai karyawan, jangan sampai lupa juga agar menunaikan pula kewajiban sebagai pekerja. Ingat, Hak dan Kewajiban itu adalah beriringan, dan tidak bisa terpisahkan.

Semoga Bermanfa'at, Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh....
LihatTutupKomentar